Download Software E-faktur Pajak terbaru 2.0 Windows 64 Bit dan Windows 32 Bit

Direktorat Jenderal Pajak telah  secara resmi mengeluarkan pemberitahuan kepada wajib pajak baik melalui surat atau press release per bulan oktober 2017  yaitu diluncurkannya   e-faktur versi 2.0 s  Bagi anda pengguna aplikasi e-faktur segera lakukan backup data e-faktur dahulu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum beralih ke  e-Faktur Desktop 2.0 : 

  • untuk mencegah terjadinya kesalahan (corrupt database e-Faktur) Anda perlu melakukan back-up database (folder db yang sedang digunakan)
  • menyalin database (folder db) di aplikasi lama yang kemudian dipindahkan dalam folder aplikasi e-Faktur terbaru.


Penambahan Fitur e-Faktur Terbaru Versi 2.0.0.1
  • Penambahan Konfirmasi untuk transaksi dengan nilai mulai dari Rp 1M
  • Konfirmasi input Tanda Pengenal/PASPOR/NIK lawan transaksi dalam hal menerbitkan faktur dengan NPWP 0000000000
  • Fungsi Pembatalan Retur Faktur
  • Validasi pembatalan Faktur Pajak Keluaran, dengan konfirmasi pembatalan apabila telah dikreditkan oleh pembeli
  • Penambahan CAP "PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 96 TAHUN 2015
  • Penambahan CAP "PPN TIDAK DIPUNGUT BERDASARKAN PP NOMOR 106 TAHUN 2015
  • Penambahan CAP "PPN DIBEBASKAN BERDASARKAN PP NOMOR 74 TAHUN 2015"
  • Terintegrasi dengan Efaktur berbasis Web maupun Host to Host
  • Penambahan informasi footer di cetakan Faktur
  • Proses Upload Dokumen Lain untuk mendapatkan Kode Approval
  • Bug Fix, aplikasi efaktur versi 1.0.0.46
Aplikasi e-Faktur Windows 32 bit Download disini
Aplikasi e-Faktur Windows 64 bit Download disini

Read More

Informasi Terkait Aplikasi E-faktur 2.0 Dalam Transaksi Perdagangan Oleh Ditjen Pajak

Sehubungan dengan pemberitaan yang menjadi viral di media sosial tentang e-Faktur versi 2.0, bersama ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyampaikan penegasan sebagai berikut:
1. Informasi yang beredar di masyarakat terkait aplikasi faktur pajak dengan menyebutkan link pajak yang bukan dari situs resmi Ditjen Pajak, dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
2. Informasi resmi terkait aplikasi e-faktur versi 2.0 dapat diperoleh di website DJP di www.pajak.go.id.

3. Diinformasikan bahwa faktur pajak sederhana, yaitu faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak secara eceran sebagaimana dimaksud Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2012 (contoh: struk yang dibuat oleh supermarket) masih diperkenankan dibuat sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pajak nomor Per-58/PJ/2010 tentang Bentuk Dan Ukuran Formulir Serta Tata Cara Pengisian Keterangan Pada Faktur Bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran. Faktur pajak sederhana sebagaimana dimaksud dibuat tidak dengan aplikasi e-faktur.
4. Sedangkan untuk penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak selain eceran, maka pembuatan faktur pajaknya menggunakan aplikasi e-faktur.
5. Mulai 1 Oktober 2017, aplikasi e-faktur dilakukan penyempurnaan dengan versi 2.0, hal ini dilakukan sesuai kebutuhan pengusaha dan kebutuhan DJP.
6. Fitur penyempurnaan dari aplikasi e-faktur versi 2.0 antara lain Pengusaha Kena Pajak dihimbau untuk memasukkan NIK atau nomor paspor pembeli yang tidak memiliki NPWP.
7. Himbauan untuk memasukkan NIK atau Pasport Pembeli yang tidak memiliki NPWP bersifat opsional atau pilihan dan dimaksudkan untuk melindungi Pengusaha Kena Pajak Penjual maupun pihak pembeli atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayar oleh pembeli dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Penjual.
Demikian penegasan ini kami sampaikan, semoga memberikan kejelasan bagi seluruh masyarakat. Bagi masyarakat/Wajib Pajak yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai seputar perpajakan dan berbagai program dan layanan yang disediakan Ditjen Pajak dapat dilihat pada www.pajak.go.id atau hubungi Kring Pajak di 1500200.
#PajakKitaUntukKita
Informasi lebih lanjut hubungi:
Hestu Yoga Saksama
Direktur Penyuluhan,Pelayanan dan Hubungan Masyarakat
Telp. 021 5250208
Read More

Permasalahan ETAX-40005 : Error di service registrasi null

Solusi Error Pada eFaktur Pajak ETAX-40005 Error Pada Service Registrasi dan ETAXSERVICE-40002 User Tidak Di Temukan -  Mungkin sebagian dari anda yang pertama kali melakukan registrasi di aplikasi e-faktur pajak sering kali  ada yang mengalami masalah pada aplikasi e-faktur seperti Error ETAX-40005 yaitu error di service registrasi ETAX SERVICES-40002 User tidak ditemukan.




Jika kamu mengalami error seperti di atas maka kita sama-sama pernah mengalami hal yang sama dan saat ini saya juga membutuhkan bantuan anda untuk mengatasi permasalahan error efaktur pajak Error ETAX-40005 yaitu error di service registrasi ETAXSERVICES-40002 User tidak ditemukan.

Permasalahan Error ETAX-40005 yaitu error di service registrasi ETAXSERVICES-40002 User tidak ditemukan ini biasanya terjadi pada saat kita salah memasukkan kode aktivasi dan atau kita salah memasukkan password pkp pada saat kita melakukan registrasi aplikasi efaktur pajak.

Jika kamu mengalmai hal di atas jangan panik karena jika kita mendapatkan error seperti di atas maka kita dapat mengtasinya sendiri.

Untuk mengatasi permasalahan Error ETAX-40005 yaitu error di service registrasi ETAXSERVICES-40002 User tidak ditemukan maka kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.
  1. Kamu bisa mencoba untuk melakukan pengecekan pada kode aktivasi baik yang lama atau yang baru setelah kamu reset.
  2. Cek kembali apakah password PKP login melalui E-Nofa yang sudah kamu masukkan benar.

Nah itu merupakan cara yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi Error ETAX-40005 yaitu error di service registrasi ETAXSERVICES-40002 User tidak ditemukan.
Read More

Penyebab Seseorang menjadi Hilang Ingatan

Kehilangan ingatan adalah masalah yang banyak dialami oleh kebanyakan orang sampai taraf tertentu. Seringkali itu adalah lupa/hilang ingatan jangka pendek yang kadang-kadang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dibalik itu ada banyak penyebab hilang ingatan, beberapa diantaranya akan di ulas dibawah ini :
  1. Pengobatan. Sejumlah obat resep maupun yang dijual bebas bisa memengaruhi daya ingat atau menyebabkan hilang ingatan. Obat-obat yang dicurigai jadi pelakunya ialah obat antidepresan, antihistamin, anti-kecemasan, relaksasi otot, penenang, dan obat-obat pereda nyeri yang biasa diberikan setelah operasi.
  2. Alkohol, Tembakau, dan Penggunaan Obat. Minum alkohol berlebihan telah lama diketahui sebagai penyebab hilang ingatan. Merokok memengaruhi daya ingat dengan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke otak. Berbagai studi memperlihatkan bahwa perokok lebih sulit mengingat nama daripada non perokok. Sementara itu, obat-obatan terlarang dapat mengubah zat-zat kimia otak sehingga membuatnya sulit untuk mengingat memori.
  3. Kurang Tidur. Jumlah waktu maupun kualitas tidur amat penting untuk ingatan Anda. Tidur terlalu sedikit atau sering terbangun malam hari dapat menyebabkan kelelahan yang mengurangi kemampuan Anda untuk memperkuat dan mengambil informasi dari suatu ingatan.
  4. Stres dan Depresi. Menjadi depresidapat menyulitkan Anda untuk berkonsentrasi dan fokus, sehingga memengaruhi daya ingat. Stres dan kecemasan juga bisa membuyarkan konsentrasi. Ketika Anda merasa tertekan dan otak banyak pikiran, kemampuan Anda untuk mengingat jadi jauh berkurang. Stres yang disebabkan trauma emosi juga bisa memicu hilang ingatan.
  5. Kekurangan Nutrisi. Asupan nutrisi yang baik—termasuk lemak dan protein yang berkualitas baik—penting agar otak berfungsi dengan semestinya. Kekurangan vitamin B1 dan B12 khususnya dapat memengaruhi memori.
  6. Cedera Kepala. Seperti skenario di awal artikel, benturan keras ke kepala—akibat terjatuh atau kecelakaan, misalnya—dapat mencederai otak dan menyebabkan hilang ingatan jangka pendek maupun panjang. Meski begitu, ingatan biasanya akan pulih secara perlahan.
  7. Stroke. Stroke bisa menyebabkan hilang ingatan jangka pendek. Orang yang pernah terserang stroke mungkin bisa dengan jelas mengingat kenangan masa kecil tapi kesulitan ketika harus mengingat menu makanan yang baru saja dimakannya.
Read More

Cara Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Formulir 1770 S

Tutorial berikut merupakan tutorial pengisian SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki penghasilan lebih dari Rp. 60.000.000 dari satu pemberi kerja melalui Formulir 1770 S dengan panduan.

Sebelum melakukan Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Anda, siapkan data-data SPT Tahunan Anda. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Formulir 1770 S yang menggunakan Formulir 1770 S, data-data tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Formulir bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta atau A2 untuk pegawai negeri yang telah diberikan oleh pemberi kerja.
  2. Formulir bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh pasal 21 yang bersifat final
  3. Formulir bukti potong PPh pasal 23 untuk penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan
  4. Formulir bukti potong PPh pasal 4 ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan, dividen.
  5. Bukti kepemilikan harta, seperti buku tabungan, sertifikat tanah/bangunan, STNK
  6. Daftar utang seperti rekening utang
  7. Kartu keluarga
Pertama masukkan NPWP dan password yang anda buat saat pendaftaran akun DJP Online. Lalu klik tombol login.
Selanjutnya akan muncul profil Anda sebagai berikut.
Untuk melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing klik tombol e-Filing.
Klik tombol buat SPT.
Kemudian akan muncul pertanyaan:
  • Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Apabila Anda akan menggunakan SPT 1770 S maka Anda mengklik tombol tidak.
  • Apakah Anda seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta? Apabila Anda seorang suami atau istri yang tidak menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta, maka anda mengklik tombol tidak
  • Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari 60 juta rupiah? Apabila penghasilan Anda lebih dari 60 juta rupiah, maka Anda mengklik tidak.
  • Anda dapat menggunakan formulir 1770 S, pilihlah form yang akan digunakan? Kami menyarankan Anda menggunakan SPT  1770 S dengan Panduan.
Klik tombol SPT 1770 S Dengan Panduan
Langkah pertama
Isilah data formulir, masukkan tahun pajak 2015, pilih status SPT Normal jika Anda baru pertama kali lapor untuk tahun pajak 2015. Klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-2
Isikan daftar pemotongan/pemungutan PPh oleh pihak lain atau PPh yang ditanggung pemerintah dengan meng-klik tombol tambah, maka akan muncul tampilan yang meminta untuk diisi NPWP, Nomor bukti pemotongan/pemungutan, tanggal bukti pemotongan/pemungutan, jumlah yang dipotong/dipungut.
Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong yang sudah anda kumpulkan.
Klik tanda panah pada jenis pajak, apabila anda akan mengisi penghasilan dari pekerjaan pilih Pasal 21, lalu isi NPWP pemberi kerja (NPWP perusahaan/ NPWP bendahara), apabila NPWP yang anda isikan benar, maka Nama perusahaan atau nama bendahara akan muncul secara otomatis. Berikutnya masukkan nomor bukti potong (contoh untuk formulir 1721 A1 contoh nomor adalah 1.1.12-2015-00001) dan pilih tanggal bukti pemotongan/pemungutan dengan mengklik tombol kalender yang ada di samping. Masukkan jumlah PPh yang dipotong/dipungut (contoh untuk formulir 1721 A1 jumlah PPh yang dimasukkan berasal dari angka 19). Apabila anda telah selesai Klik tombol simpan.
Lalu Klik tombol langkah berikutnya
Langkah ke-3
Masukkan jumlah penghasilan netto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan Anda (contoh untuk formulir 1721 A1 jumlah penghasilan netto berasal dari nomor 14 atau nomor 16 khusus untuk karyawan yang pindah cabang). Klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-4
Apakah anda memiliki penghasilan dalam negeri lainnya? Apabila anda memilik penghasilan dalam negeri lainnya contoh penghasilan dari sewa mobil, klik ya silakan isi data pada kolom sewa. Setelah Anda mengisi seluruh penghasilan dalam negeri lainnya selesai, klik langkah berikutnya
Langkah ke-5
Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri? Jika Tidak, klik tombol langkah selanjutnya.
Langkah ke-6
Apakah Anda memiliki Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak? Jika Ya, masukkan jumlah penghasilannya sebagai contoh warisan diisi dengan harga pasar dari warisan tersebut. Apabila Anda telah mengisi seluruh penghasilan yang bukan objek pajak. Kemudian klik tombol langkah selanjutnya.
Langkah ke-7
Apakah Anda memiliki penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara final? Apabila Ya, klik tombol tambah dan akan muncul kolom untuk mengisi data.
Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan pph pasal 4 ayat 2 yang sudah anda kumpulkan.
silakan isi data yang diminta dengan melihat pada formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan pph pasal 4 ayat 2 yang anda miliki, contoh apabila anda memiliki bangunan dan atau tanah yang disewakan, klik  no. 7 sewa atas tanah dan/atau bangunan. isilah nilai penghasilan yang diterima dari sewa tanah dan atau bangunan tersebut  dan apabila Anda telah selesari mengisi seluruh penghasilan yang bersifat final. Klik simpan. Apabila anda sudah yakin dengan data yang anda isikan Klik tombol langkah selanjutnya.
Langkah ke-8
Apakah anda memiliki harta? Apabila Ya, Isikan daftar harta yang Anda miliki dengan meng-klik tombol tambah. Masukkan informasi terkait harta,  klik tanda panah pada kolom kode harta untuk menentukan jenis harta, contoh: sepeda motor. Pilih alat transportasi, sepeda motor.  Masukkan nama harta contoh: untuk sepeda motor ketikkan merk dan type nya, tahun perolehan, harga perolehan, dan keterangan. Lalu klik tombol simpan. Setelah memasukkan semua harta yang Anda miliki, klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-9
Apakah anda memiliki utang? Jika Ya, Isikan daftar utang yang Anda miliki. Klik tombol tambah . Masukan informasi pilih kode utang sesuai dengan jenis utang Anda, masukkan nama pemberi pinjaman, alamat pemberi pinjaman, tahun pinjaman dan jumlah sisa pinjaman atau utang anda per tanggal 31 desember 2015. Klik tombol simpan. Jika anda telah melengkapi semua daftar utang anda klik tombol langkah selanjutnya.
Langkah ke-10
Apakah anda memiliki tanggungan? Jika Ya, Masukkan daftar yang menjadi tanggungan Anda dengan klik tombol tambah. Masukkan nama contoh: masukkan nama anak, nomor induk kependudukannya, hubungan keluarga contoh: anak kandung dan pekerjaan contoh: pelajar.
Lalu klik tombol simpan. Apabila sudah memasukan seluruh tanggungan Anda klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-11
Apakah Anda memberikan sumbangan keagamaan kepada lembaga yang resmi dan terdaftar menurut Keputusan Menteri Keuangan? Jika Ya, isikan dengan langkap datanya dan jika Tidak klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-12
Isi status kewajiban perpajakan Suami Istri dengan memilih status perkawinan Anda. Apabila anda sudah berkeluarga klik status perkawinan kawin. Lalu status kewajiban perpajakan suami istri pilih kepala keluarga. Selanjutnya pilih golongan PTKP anda. Apabila anda telah berkeluarga dengan memiliki satu anak kandung maka pilih Kawin/K lalu pilih kolom sebelah kawin/K dengan angka 1. Setelah itu klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-13
Apakah Anda memiliki pengembalian/pengurangan pajak penghasilan pasal 24 dari penghasilan luar negeri? Jika Tidak, klik langkah berikutnya.
Langkah ke-14
Apakah Anda melakukan pembayaran PPh pasal 25? Apabila tidak memiliki kewajiban  pembayaran PPh pasal 25 klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-15
Pada langkah ini akan ditampilkan penghitungan pajak penghasilan dan SPT Anda berdasarkan data yang Anda masukkan pada langkah-langkah sebelumnya.  Status SPT akan telihat pada bagian bawah tampilan apakah NIhil, Kurang Bayar atau Lebih Bayar. Periksa kembali data tersebut, apabila sudah sesuai klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-16
Jika status SPT ANda Kurang Bayar maka akan muncul pertanyaan sudahkah ANda melakukan pembayaran? Jika belum, klik tombol disamping pilihan jawaban belum.
Anda dapat membuat kode billing melalui layanan e-billing pada website djp online, internet banking BRI, dan SMS ID Billing dengan mengakses *141*500# dan lakukan pembayaran atas pajak yang kurang dibayar pada saluran internet banking, ATM, SMS banking, serta pada teller bank persepsi atau kantor pos.
Jika Anda sudah melakukan pembayaran klik tombol di samping pilihan jawaban Sudah. Berikutnya masukkan NTPN dan tanggal bayar sesuai dengan bukti pembayaran yang Anda miliki.
Apabila anda tidak memiliki kewajiban pph pasal 25 maka klik tombol langkah berikutnya untuk melanjutkan pengisian.
Langkah ke-17
Pada langkah ini akan muncul pernyataan: dengan menyadari sepenuhnya dan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar, lengkap, jelas.
Lalu klik setuju/agree apabila anda telah memahami pernyataan tersebut. Berikutnya klik tombol langkah berikutnya.
Langkah ke-18
Layar akan menampilkan data SPT Anda, untuk mengirimkan SPT klik tombol di sini pada kalimat ambil kode verifikasi untuk meminta kode verifikasi. Berikutnya akan muncul pilihan media untuk pengiriman kode verifikasi,pilih email lalu klik ok.
Apabila telah muncul notifikasi info token telah dikirim ke email anda, silakan cek email Anda.
Masukkan kode verifikasi anda yang terdapat pada email ke dalam kolom kode verifikasi lalu klik tombol kirim SPT. Berikutnya akan muncul  notifikasi info SPT anda berhasil dikirim, bukti penerimaan elektronik telah dikirimkan ke email anda.
Silakan pilih respon anda terhadap layanan ini.
Anda telah selesai melaporkan SPT Tahunan PPh Anda. Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) akan diemail ke email Anda.
Apabila telah selesai klik tutup. Lalu layar akan menampilkan daftar SPT yang telah anda buat.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi  1500200, Account Representative di KPP Anda terdaftar.

Sumber : http://www.pajak.go.id
Read More

Cara Cek E- KTP Secara Online

Cek status e-KTP online berguna untuk mengetahui apakah data kependudukan seseorang telah terdaftar dalam pusat data kependudukan nasional dengan benar atau belum. Cara cek e-KTP sebagai berikut:
  1. Cara pertama dengan mengakses website Pemerintah Daerah atau dinas yang terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tingkat kota/kabupaten. Hal ini karena 2 instansi tersebut yang berhubungan langsung dengan pemerintah pusat melalui MENDAGRI atau Kementerian Dalam Negeri. Contoh: situs resmi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dalam situs tersebut terdapat fasilitas unduhan data secara lengkap, seperti: status e-KTP lengkap untuk semua wilayah di Indonesia. Caranya cukup mudah dengan memasukkan nomor NIK yang terdapat pada e-KTP ke dalam kolom yang sudah tersedia dalam situs tersebut, kemudian tekan Cek. Tunggu beberapa detik, kemudian akan muncul status data pribadi yang sudah terdaftar dengan sistem e-KTP.
  2. Cara yang kedua menggunakan card Reader e-KTP, cara ini lebih mudah dan praktis karena tidak menggunakan bantuan PC atau komputer. Card reader ini akan membaca chip yang berada di dalam e-KTP dengan cepat, sehingga memudahkan pengecekan data yang terdapat dalam e-KTP. Namun card Reader ini hanya akan digunakan untuk instansi terkait saja seperti kantor Dinas Kependudukan dan kantor Catatan Sipil. Sehingga untuk mengeceknya Anda harus mendatangi kantor instansi yang terkait tersebut.
Setiap orang di dunia memiliki Nomor Identitas / Single Identity Number / Personal Identity Number. Begitu pula di Indonesia, setiap warga negara wajib memiliki nomor identitas yang dinamakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang tertera di dalam Kartu Keluarga dan KTP.
(NIK) Nomor Induk Kependudukan yang terdapat di dalam e-KTP merupakan nomor yang unik, khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup dan selamanya, yang diberikan Negara kepada penduduk. NIK akan dikenakan pada setiap orang ketika terdaftar sebagai penduduk Indonesia, dan NIK tersebut tidak akan dapat diubah sampai orang tersebut meninggal dunia.
Untuk mengetahui/mengecek identitas seorang penduduk dapat dilihat dari Nomor Induk Kependudukannya (NIK). NIK seseorang tersebut ditentukan dan dikelola oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
NIK terdiri dari 16 digit angka, misalnya (ABCDEFDDMMYY9999) yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Penjelasan:

Dari tabel di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
  • 6 Digit pertama menunjukkan informasi mengenai tempat di mana NIK e-KTP tersebut diterbitkan, dengan perincian sebagai berikut: 2 digit merupakan kode provinsi, 2 digit merupakan kode kota/kabupaten, dan 2 digit merupakan kode kecamatan.
  • 6 Digit selanjutnya menunjukkan tanggal lahir pemilik e-KTP tersebut, dengan format sebagai berikut: 2 digit menunjukkan tanggal lahir, 2 digit menunjukkan bulan kelahiran, dan 2 digit menunjukkan tahun kelahiran.
  • 4 Digit terakhir menunjukkan nomor urut registrasi kependudukan, di mana nomor urut registrasi ini sesuai dengan urutan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang sama dalam 1 wilayah yang dimulai dari 0001.
Catatan: Khusus untuk jenis kelamin perempuan/wanita, tanggal lahir ditambahkan dengan angka 40. Berikut contoh NIK berdasarkan jenis kelamin:
  • 1101011310780010 = jenis kelamin laki-laki, yang lahir tanggal 13
  • 9101015310710010 = jenis kelamin perempuan, yang lahir tanggal 13
Contoh NIK: 1371011709860005, maka penjelasan dari NIK tersebut:
  • 13 menunjukkan kode provinsi : Provinsi Sumatra Barat
  • 71 menunjukkan kode kabupaten/kota : Kota Padang
  • 01 menunjukkan kode kecamatan : Kecamatan Padang Selatan
  • 17 menunjukkan kode tanggal lahir : lahir tanggal 11, (bila penduduk tersebut perempuan, maka tanggalnya ditambah 40, sehingga 17 + 40 menjadi 57)
  • 09 menunjukkan kode bulan lahir : lahir bulan 09/ bulan September
  • 86 menunjukkan kode tahun lahir : lahir tahun 1986
  • 0005 menunjukkan kode nomor urut registrasi, contoh menunjukkan urutannya adalah: 5, artinya penduduk tersebut urutan ke-5 dari sekian banyak penduduk yang mempunyai tanggal kelahiran yang sama dalam 1 wilayah kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat yang membuat KTP.
Penduduk dapat mengecek status e-KTPnya dengan cara mengirimkan SMS, misalnya penduduk Kota Depok untuk mengecek status e-KTPnya cukup mengirimkan SMS, dengan format: NIK#nomor NIK, kemudian tinggal kirim ke nomor layanan SMS Gateway Disdukcapil, yaitu ke nomor 082111014433. Kemudian penduduk Kota Depok akan mendapatkan balasan SMS informasi kependudukan sebagai berikut :
  • Tidak Ada Status = Artinya biodata yang Anda miliki sudah terdaftar di database SIAK Disdukcapil namun tidak menjalankan perekaman data KTP Elektronik.
  • Terima kasih Telah Merekam e-KTP = Artinya Anda sudah melakukan perekaman data e-KTP.
  • Data Teridentifikasi Ganda= Artinya biodata yang Anda miliki telah terekam ganda oleh data e-KTP dengan Nomor Induk Kependudukan yang berbeda.
  • Siap Cetak = Artinya Data Hasil perekaman e-KTP akan dicetak sesudah selesai menjalani tahap Ajudicated.
  • Sudah dicetak = Artinya e-KTP Anda sudah diprint.
Untuk penduduk Kota Depok, supaya lebih jelas dalam cara cek status e-KTP online, maka sebaiknya Anda perhatikan setiap langkah yang harus diambil sebagai berikut:
  • Terdaftar sebagai penduduk kota Depok dan memiliki E-KTP.
  • Catat NIK yang berada pada e-KTP Anda
  • Ketik SMS menggunakan format penulisan NIK#nomor NIK. Misalnya: NIK#3276061312660003 lalu kirim ke 0821-1101-4433
  • Maka Anda akan memperoleh balasan dengan format No. NIK No. KK Nama TMP/TGL-LAHIR JENIS KELAMIN DAN STATUS E-KTP.
Selain Kota Depok yang sudah diinformasikan seperti di atas, masih banyak lagi kota di seluruh Indonesia yang memberikan informasi bagaimana cara mengecek status e-KTP online, seperti di Jakarta, Batam, Bandung, Surabaya dan lain sebagainya. Anda tinggal mencari informasinya melalui internet, mengenai cara dan nomor layanan yang dapat dihubungi.
Read More

Cara Melakukan Pendaftaran NPWP Secara Online

Apakah anda pernah tahu apa Itu NPWP ? jika belum tahu berikut ini adalah ulasannya  NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak, dan merupakan sebuah nomor identitas yang wajib dimiliki oleh warga negara Indonesia baik itu perorangan/pribadi, perusahaan, koperasi, BUMN, Firma, PT, CV, kongsi, Persekutuan, Yayasan, Organisasi Massa dan Politik, dan lain-lainnya. NPWP ini diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana yang merupakan identitas atau tanda pengenal bagi setiap Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dalam hal perpajakan.

Tujuan dari NPWP adalah sebagai sarana administrasi perpajakan, identitas Wajib Pajak, dan persyaratan pelayanan umum misalnya untuk pengajuan kredit perbankan dan lain-lain. Pajak penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak kepada pemerintah dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan negara dan masyarakatnya, di antaranya untuk membangun fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dll.
Pendaftaran NPWP secara online dilakukan melalui aplikasi yang disediakan Dirjen Pajak untuk mempermudah Wajib Pajak membuat NPWP tanpa harus datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) domisili masing-masing. Aplikasi ini mudah diakses oleh siapa pun dengan mengunjungi situs Direktorat Jenderal Pajak di www.pajak.go.id.

Kelengkapan Dokumen untuk Membuat NPWP secara Online :

  • Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (Non Usahawan), dokumen yang dibutuhkan hanya berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih berlaku bagi penduduk Indonesia dan fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal bagi orang asing.
  • Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan, dokumen yang dibutuhkan adalah: fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia, fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal bagi orang asing, dan surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari instansi yang berwenang.
  • Bagi Wajib Pajak Badan, dokumen yang diperlukan adalah: fotokopi akta pendirian dan perubahan atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap, fotokopi NPWP pimpinan atau penanggung jawab Badan, fotokopi KTP yang masih berlaku dari orang sebagai penanggung jawab bagi penduduk Indonesia dan paspor bagi penduduk asing, dan surat keterangan tempat kegiatan usaha dari instansi yang berwenang.
  • Bagi bendaharawan sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong, dokumen yang diperlukan adalah: fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara dan fotokopi KTP bendahara.
  • Bagi Joint Operation (JO) sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong, dokumen yang diperlukan adalah: fotokopi perjanjian kerjasama/akta pendirian sebagai Joint Operation, fotokopi KTP bagi penduduk Indonesia dan paspor bagi penduduk asing sebagai penanggung jawab, fotokopi NPWP pimpinan/penanggung jawab Join Operation (JO).
Cara Pendaftaran secara Online :
1. Kunjungi alamat www.pajak.go.id atau https://ereg.pajak.go.id/login untuk langsung mengakses halaman pendaftaran NPWP online di situs Dirjen Pajak.
2. Di laman Dirjen Pajak tersebut, pilih menu sistem e-Registration.
3. Jika Anda belum pernah mendaftarkan diri, silakan mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan akun dengan mengklik “daftar”. Isilah data pendaftaran pengguna dengan benar seperti nama, alamat email, kata sandi (password), dan lainnya. Setelah semua terisi, klik “Save”.
4. Lakukan aktivasi akun. Cara mengaktivasi akun Anda adalah dengan membuka kotak masuk (inbox) dari email yang Anda gunakan untuk mendaftar tadi, kemudian buka email yang masuk dari Dirjen Pajak. Ikuti petunjuk yang ada di dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.
5. Isi Formulir Pendaftaran. Setelah proses aktivasi berhasil dilakukan, selanjutnya Anda harus login ke sistem e-Registration dengan memasukkan email dan password akun yang telah Anda buat. Atau Anda bisa mengklik tautan yang terdapat di dalam email aktivasi kedua dari Dirjen Pajak. Setelah login, Anda akan dibawa ke halaman Registrasi Data WP untuk memulai proses pembuatan NPWP. Silakan mengisi semua data dengan benar pada formulir yang tersedia. Ikuti semua tahapannya secara teliti. Bila data yang diisi benar, akan muncul surat keterangan terdaftar sementara.
6. Kirim Formulir Pendaftaran. Setelah semua data pada formulir pendaftaran terisi lengkap, pilih tombol daftar untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak secara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
7. Cetak (Print). Selanjutnya Anda harus mencetak dokumen berikut seperti yang tampak pada layar komputer:
  • Formulir Registrasi Wajib Pajak
  • Surat Keterangan Terdaftar Sementara
8. Anda tinggal mengklik Cetak.
  • Menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan melengkapi dokumen
9. Setelah Formulir Registrasi Wajib Pajak dicetak, silakan ditandatangani, kemudian siapkan dokumen berikut:
  • Fotokopi KTP bagi perorangan/pribadi
  • Seluruh dokumen yang telah disiapkan pada poin 1.
  • Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP
Setelah berkas kelengkapannya siap, Anda harus mengirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang sudah ditandatangani, beserta dokumen lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda sebagai Wajib Pajak terdaftar. Berkas tersebut dapat diserahkan langsung ke KPP atau melalui Pos Tercatat. Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim.
Jika Anda tidak ingin repot-repot menyerahkan atau mengirimkan berkas secara langsung atau melalui pos ke KPP, Anda dapat memindai (scan) dokumen Anda dan mengunggahnya dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registrationtadi.
10. Cek status dan tunggu kiriman kartu NPWP. Setelah mengirimkan berkas dokumen, Anda dapat memeriksa status pendaftaran NPWP Anda melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e—Registration. Jika statusnya ditolak, maka Anda harus memperbaiki beberapa data yang kurang lengkap. Namun jika statusnya disetujui, maka kartu NPWP Anda akan segera dikirim ke alamat Anda melalui pos.
Read More

Aturan Kebijakan Google Adsense yang Harus Di Patuhi

Semua Penayang wajib mematuhi kebijakan berikut, harap baca kebijakan ini dengan cermat. Jika Anda tidak dapat mematuhi kebijakan ini tanpa izin dari Google, kami berhak menonaktifkan penayangan iklan ke situs Anda dan/atau menonaktifkan akun AdSense Anda kapan saja. Jika akun dinonaktifkan, Anda tidak berhak berpartisipasi lagi dalam program AdSense.
Karena kami dapat mengubah kebijakan kapan saja, cek artikel ini secara rutin untuk mengetahui apakah ada perubahan. Sesuai dengan Persyaratan dan Ketentuan online kami, Anda bertanggung jawab untuk mengikuti perkembangan terbaru dan mematuhi kebijakan yang diposting di sini. Pengecualian terhadap kebijakan ini hanya diizinkan atas persetujuan dari Google
.

1. Klik dan tayangan tidak valid

Penayang tidak boleh mengklik iklan mereka sendiri atau menggunakan cara apa pun yang tidak semestinya, termasuk metode manual, untuk meningkatkan tayangan dan/atau klik. Klik pada iklan Google harus murni berasal dari keinginan pengguna. Metode apa pun yang menghasilkan klik atau tayangan buatan pada iklan Google secara tegas dilarang. Metode terlarang ini mencakup, namun tidak terbatas pada, klik atau tayangan manual berulang, alat penghasil klik dan tayangan otomatis, serta penggunaan robot atau software tipuan. Perhatikan bahwa Anda dilarang mengklik iklan Anda sendiri dengan alasan apa pun.

2. Menganjurkan agar mengklik

Penayang tidak boleh meminta pengguna lain mengklik iklan atau menggunakan metode implementasi yang bersifat menipu untuk memperoleh klik. Ini mencakup, namun tidak terbatas pada, menawarkan kompensasi kepada pengguna agar melihat iklan atau melakukan penelusuran, menjanjikan pengumpulan uang bagi pihak ketiga untuk aktivitas seperti itu atau menempatkan gambar di samping masing-masing iklan.
Untuk memastikan pengalaman yang baik bagi pengguna dan pengiklan, penayang yang berpartisipasi dalam program AdSense tidak boleh:
  • Memberikan kompensasi kepada pengguna untuk melihat iklan atau melakukan penelusuran, atau 
  • menjanjikan kompensasi kepada pihak ketiga bagi aktivitas seperti itu.
  • Mendorong pengguna agar mengklik iklan Google menggunakan frasa seperti "klik iklan ini", "dukung kami", "kunjungi link ini", atau ungkapan lain yang serupa.
  • Mengarahkan perhatian pengguna ke iklan menggunakan tanda panah atau materi bergambar penarik perhatian lainnya.
  • Menempatkan gambar yang menyesatkan di samping masing-masing iklan.
  • Menempatkan iklan dalam skrip kotak mengambang.
  • Memformat iklan sehingga tidak dapat dibedakan dengan konten lain pada halaman tersebut.
  • Memformat konten situs sehingga sulit dibedakan dengan iklan.
  • Menempatkan label menyesatkan di atas unit iklan Google. Misalnya, iklan boleh berlabel "Pesan Sponsor" atau "Iklan", namun bukan "Situs Favorit" atau "Penawaran Terbaik Hari ini".

3. Pedoman konten

Penayang tidak boleh menempatkan kode AdSense pada halaman yang berisi konten yang melanggar pedoman konten kami. Contohnya, konten yang bersifat dewasa, kekerasan, atau mendukung diskriminasi rasial. Lihat artikel konten terlarang kami untuk informasi selengkapnya.
Halaman dengan iklan Google tidak boleh mencantumkan atau ditautkan ke:
  • Konten pornografi, dewasa, atau vulgar
  • Konten seputar kekerasan
  • Konten yang mengancam atau memprovokasi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
  • Konten yang melecehkan, mengintimidasi, atau menindas individu atau kelompok individu
  • Konten yang menghasut kebencian terhadap, mendukung diskriminasi atas, atau meremehkan individu atau kelompok berdasarkan ras atau suku, agama, disabilitas, usia, kebangsaan, status veteran, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas jenis kelamin, atau karakteristik lain yang terkait dengan diskriminasi atau marginalisasi sistematis
  • Bahasa tidak sopan yang berlebihan
  • Konten hacking/cracking
  • Software atau konten lainnya yang melanggar Kebijakan Software yang Tidak Diinginkan
  • Malware atau adware
  • Konten narkoba dan peralatan terkait
  • Konten yang mempromosikan, menjual, atau mengiklankan produk yang didapat dari spesies langka atau terancam punah.
  • Penjualan bir atau minuman keras
  • Penjualan tembakau atau produk terkait tembakau.
  • Penjualan obat resep
  • Penjualan senjata atau amunisi (misalnya senapan, komponen senapan, pisau tempur, pistol kejut listrik)
  • Penjualan atau distribusi tugas atau makalah kuliah
  • Konten seputar program yang mengompensasi pengguna untuk mengklik iklan atau penawaran, melakukan penelusuran, menjelajah situs, atau membaca email
  • Konten lainnya yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, atau melanggar hak hukum orang lain
Penayang juga dilarang menempatkan kode AdSense pada halaman yang mayoritas kontennya dalam bahasa yang tidak didukung.

4. Materi yang dilindungi hak cipta

Penayang AdSense tidak boleh menampilkan iklan Google di halaman dengan konten yang dilindungi undang-undang hak cipta, kecuali penayang memiliki hak hukum yang diperlukan untuk menampilkan konten tersebut. Ini mencakup halaman yang menampilkan materi berhak cipta, halaman yang menjadi host file berhak cipta, atau halaman yang menyediakan link yang mengarahkan traffic ke halaman yang berisi materi berhak cipta. Kami memiliki kebijakan untuk menanggapi pemberitahuan tentang dugaan pelanggaran yang sesuai dengan DMCA (Digital Millennium Copyright Act). Untuk penayang AdSense, jika kami menerima pemberitahuan atau memiliki alasan untuk meyakini bahwa halaman Anda melanggar, kami dapat menghentikan partisipasi Anda dalam program. Anda dapat mengajukan pemberitahuan tanggapan melalui formulir ini. Informasi lebih lanjut tentang proses DMCA kami tersedia di entri blog ini.
 Jika Anda yakin bahwa halaman yang berpartisipasi dalam program AdSense menampilkan materi yang dilindungi hak cipta tanpa memiliki hak untuk melakukannya, laporkan menggunakan formulir ini atau dengan mengklik ikon PilihanIklan .

5. Barang palsu
Penayang AdSense tidak boleh menampilkan iklan Google di halaman yang menawarkan atau mempromosikan penjualan barang palsu. Barang palsu mengandung merek dagang atau logo yang sama dengan atau sangat sulit dibedakan dari merek aslinya. Barang tersebut meniru karakteristik merek dari produk dalam upaya untuk menyamar sebagai produk asli dari pemilik merek.

6.Sumber traffic

Iklan Google tidak boleh ditempatkan pada halaman yang menerima traffic dari sumber tertentu. Misalnya, penayang tidak boleh berpartisipasi dalam program paid to click, mengirim email yang tak diinginkan, atau menampilkan iklan sebagai hasil dari tindakan aplikasi software apa pun. Selain itu, penayang yang menggunakan iklan online harus memastikan halaman mereka mematuhi Pedoman Kualitas Halaman Landing Google. Untuk menjamin pengalaman positif bagi pengguna Internet dan pengiklan Google, situs yang menayangkan iklan Google tidak boleh:
  • Menggunakan layanan pihak ketiga yang menghasilkan klik atau tayangan seperti program paid to click, paid to surf, jelajah otomatis, dan pertukaran klik.
  • Dipromosikan melalui email massal yang tidak diminta atau iklan yang tidak diinginkan di situs pihak ketiga.
  • Menampilkan iklan, kotak pencarian, atau hasil penelusuran Google sebagai hasil dari tindakan aplikasi software seperti toolbar.
  • Dimuat oleh software yang dapat memicu jendela pop-up, mengalihkan pengguna ke situs yang tidak diinginkan, mengubah setelan browser, atau mengganggu navigasi situs. Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada jaringan atau afiliasi iklan yang menggunakan metode seperti itu untuk mengarahkan lalu lintas ke halaman yang berisi kode AdSense Anda.
  • Menerima traffic dari iklan online, kecuali situs mematuhi prinsip-prinsip Pedoman Kualitas Halaman LandingGoogle. Misalnya, pengguna harus dapat menemukan dengan mudah apa yang dijanjikan iklan Anda.

7. Perilaku iklan


Penayang diizinkan melakukan modifikasi pada kode iklan AdSense selama modifikasi tersebut tidak meningkatkan performa iklan dengan cara yang tidak semestinya atau membahayakan pengiklan. Lihat Modifikasi kode iklan AdSenseuntuk informasi selengkapnya.


8. Penempatan iklan


Penayang disarankan untuk bereksperimen dengan berbagai jenis penempatan dan format iklan. Namun kode AdSense tidak boleh ditempatkan di tempat yang tidak patut seperti pop-up, email, atau software. Penayang juga harus mematuhi kebijakan setiap produk yang digunakan. Lihat artikel kebijakan penempatan iklan kami untuk informasi selengkapnya.
klan, kotak pencarian, atau hasil penelusuran Google tidak boleh:
  • Diintegrasikan ke segala jenis aplikasi software (tidak berlaku untuk AdMob), termasuk toolbar.
  • Ditampilkan di pop-up atau pop-under, termasuk jika halaman yang berisi iklan Google, kotak pencarian, atau hasil penelusuran dimuat di pop-up atau pop-under.
  • Ditempatkan di dalam email, atau di halaman yang fokus utamanya adalah pesan email.
  • Ditempatkan di halaman yang fokus utamanya adalah konten yang dibuat secara dinamis (seperti chat langsung, pesan instan, atau komentar yang disegarkan secara otomatis).
  • Tertutup oleh elemen pada halaman.
  • Ditempatkan pada halaman yang tidak berbasis konten. (Tidak berlaku bagi AdSense untuk penelusuran atau AdSense untuk penelusuran seluler.)
  • Ditempatkan pada halaman yang dipublikasikan khusus untuk menampilkan iklan.
  • Ditempatkan pada halaman yang konten atau URL-nya dapat membingungkan pengguna sehingga meyakini bahwa halaman tersebut terkait dengan Google karena penyalahgunaan logo, merek dagang, atau karakteristik merek lainnya.
  • Ditempatkan pada, dalam, atau di sisi produk atau layanan Google lainnya dengan cara yang melanggar kebijakan produk atau layanan tersebut.
Read More

Hal yang Harus di hindari Agar Baterai Smartphone anda Awet

Baterai smartphone yang berumur pendek dan cepat rusak tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya kualitas produk smartphone yang kita pakai, tetapi bisa jadi disebabkan oleh penggunaan yang salah. Jika kamu ingin baterai smartphone awet, sebaiknya hindari beberapa hal berikut yang menjadi faktor rusaknya kualitas baterai.  berikut ini ulasannya :

1. Waktu Pengecasan dari Larut malam hingga pagi hari  
Kebanyakan orang mengira bahwa mengisi daya baterai sebelum tidur dan mencabutnya keesokan harinya akan membuat baterai penuh dan bertahan lama. Namun, cara ini nyatanya justru membuat kualitas baterai berkurang. Hal ini disebabkan oleh lamanya waktu pengecasan yang mengakibatkan baterai terus terdesak oleh daya yang seharusnya sudah cukup terpenuhi. Charging smartphone semalaman bisa menyebabkan baterai kembung dan ketahanan baterai semakin menurun.
Selain itu, waktu pengecasan yang terlalu cepat juga dapat memperburuk kualitas baterai. Usahakan untuk tidak mencabut charger jika belum mencapai 100% agar kualitas beterai tetap terjaga.

2. Penggunaan Charger yang Salah
Pernahkah kamu suatu hari keluar rumah dan membutuhkan charger untuk mengisi daya ponsel, tetapi tidak membawanya bersamamu? Atau kamu mungkin pernah mengalami charger rusak dan membutuhkan charger lain. Jika demikian, maka berhati-hatilah memilih charger pengganti.
Jangan sampai menggunakan charger yang tidak sesuai dengan spesifikasi smartphone karena hal ini bisa menyebabkan baterai kembung dan rusak. Jika memang terpaksa menggunakan chargerpengganti, maka usahakan memilih charger dengan merek yang sama dengan smartphone Anda.

3. Menggunakan Ponsel Saat Sedang Di-charge
Kebanyakan orang sering menyepelekan hal ini. Ketika sedang sangat membutuhkan smartphone, sementara baterainya dalam kondisi hampir habis, banyak dari kita yang memaksa menggunakannya sambil di-charge. Padahal, hal ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi baterai, tapi juga bagi kita sendiri. Sudah banyak kasus yang terjadi akibat menggunakan ponsel saat sedang di-charge, seperti ponsel meledak hingga melukai penggunanya. Sebaiknya hindari hal ini untuk keselamatan baterai dan diri anda sendiri ya!

4. Menggunakan Ponsel pada Suhu Panas
Bagi kamu yang gemar menggunakan ponsel dengan koneksi data terhubung atau sering bermain gim sampai ponsel terasa panas, maka sebaiknya kurangi kebiasaan ini. Karena, penggunaan ponsel pada saat suhu panas akan merusak daya dan memperpendek umur baterai. Hal ini disebabkan temperatur yang semakin tinggi dapat membuat baterai perlahan-lahan mengembung dan mengalami kerusakan. Jadi, saat suhu ponsel terasa panas, ada baiknya diamkan dahulu sampai suhunya turun dan kembali pada kondisi optimal.
Read More
Flag Counter